Selamat Ulang Tahun kepada negara kita yang telah menempuh usia yang ke-70, puji dan doa selalu menyertai di setiap ulang tahunnya. 70 tahun sudah bukan usia muda lagi juga tidak terlalu tua untuk versi sebuah negara, banyak negara yang telah melewati angka 100. Mari kita renungkan pelajaran apa saja yang telah kita lalui setahun yang lalu, dua tahun yang lalu, 10 tahun yang lalu bahkan 70 tahun yang lalu.
Dahulu Indonesia terkenal akan ketegasannya, keberaniannya sehingga dijuluki 'Macan Asia'. Bahkan negara adidaya pun ikut memperhitungkan Negara Indonesia setelah merdeka. Dengan Presiden Indonesia pertama Ir. Soekarno dengan didampingi Moh. Hatta mengubah wajah Ibu Pertiwi yang dahulu tertindas. Cukup lama Indonesia berkecimpung dalam dunia Internasional. Usut punya usut selama dipimpin oleh Ir.Soekarno ajaran komunis bergerilya masuk ke dalam tubuh Indonesia. Lambat laun performanya mulai menurun apalagi setelah terjadi pergantian presiden, bahkan didalam negeri terjadi pemberontakan yang takkan pernah dilupakan oleh penghuni negara Indonesia. Siapa lagi dalang nya kalau bukan partai PKI.
Tak ada rasa bosan menghinggapi Presiden kita saat itu Pak Harto yang telah memimpin negara Indonesia selama kurang lebih 32 tahun. Bagaikan struktur dalam cerpen, konflik pun memuncak. Puncaknya terjadi pada tahun 1998 bulan Mei. Para muda mudi turun ke jalan mendemo agar Pak Harto lengser dari kursi jabatannya.
Enam tahun berselang, disaat 32 Provinsi siap menyambut tahun baru satu provinsi paling barat Indonesia menyambut duka nan mendalam. Aceh di goncang gempa yang menimbulkan tsunami, seperti kata pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula.
Permasalahan Indonesia sepuluh tahun kebelakang adalah perilaku yang tak bermoral. Macan korupsi, pemerkosaan, perampokan, pembunuhan serta yang terbaru adalah begal. Yang paling menonjol adalah korupsi. Akar yang teramat mendalam membuat masalah ini sulit diberantas, para tikus-tikus menggerogoti tubuh Ibu Pertiwi hanya untuk kesenangan pribadi. Tak ada sanksi yang tegas membuat para koruptor menggurita sampai ke pelosok daerah.
Di HUT yang ke-70 ini masih tersirat harapan yang sama. Kita keluar dari permasalah, dalam bahasa Jawa 'tujuh' artinya 'pitu'. Bila dijabarkan pitu memiliki artinya luar biasa, pitulungan, pitutur. Akankah dalam HUT yang ke-"Pitung puluh" ini NKRI mendapat pitulungan dari Sang Maha Kuasa? Mari kita tunggu para petinggi ini membawa NKRI lebih baik.