Minggu, 16 Agustus 2015

Akankah mendapat 'pitulungan' di HUT yang ke-'Pitung puluh'?

   Selamat Ulang Tahun kepada negara kita yang telah menempuh usia yang ke-70, puji dan doa selalu menyertai di setiap ulang tahunnya. 70 tahun sudah bukan usia muda lagi juga tidak terlalu tua untuk versi sebuah negara, banyak negara yang telah melewati angka 100. Mari kita renungkan pelajaran apa saja yang telah kita lalui setahun yang lalu, dua tahun yang lalu, 10 tahun yang lalu bahkan 70 tahun yang lalu.
   Dahulu Indonesia terkenal akan ketegasannya, keberaniannya sehingga dijuluki 'Macan Asia'. Bahkan negara adidaya pun ikut memperhitungkan Negara Indonesia setelah merdeka. Dengan Presiden Indonesia pertama Ir. Soekarno dengan didampingi Moh. Hatta mengubah wajah Ibu Pertiwi yang dahulu tertindas. Cukup lama Indonesia berkecimpung dalam dunia Internasional. Usut punya usut selama dipimpin oleh Ir.Soekarno ajaran komunis bergerilya masuk ke dalam tubuh Indonesia. Lambat laun performanya mulai menurun apalagi setelah terjadi pergantian presiden, bahkan didalam negeri terjadi pemberontakan yang takkan pernah dilupakan oleh penghuni negara Indonesia. Siapa lagi dalang nya kalau bukan partai PKI.
    Tak ada rasa bosan menghinggapi Presiden kita saat itu Pak Harto yang telah memimpin negara Indonesia selama kurang lebih 32 tahun. Bagaikan struktur dalam cerpen, konflik pun memuncak. Puncaknya terjadi pada tahun 1998 bulan Mei. Para muda mudi turun ke jalan mendemo agar Pak Harto lengser dari kursi jabatannya.
    Enam tahun berselang, disaat 32 Provinsi siap menyambut tahun baru satu provinsi paling barat Indonesia menyambut duka nan mendalam. Aceh di goncang gempa yang menimbulkan tsunami, seperti kata pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula.
   Permasalahan Indonesia sepuluh tahun kebelakang adalah perilaku yang tak bermoral. Macan korupsi, pemerkosaan, perampokan, pembunuhan serta yang terbaru adalah begal. Yang paling menonjol adalah korupsi. Akar yang teramat mendalam membuat masalah ini sulit diberantas, para tikus-tikus menggerogoti tubuh Ibu Pertiwi hanya untuk kesenangan pribadi. Tak ada sanksi yang tegas membuat para koruptor menggurita sampai ke pelosok daerah.
     Di HUT yang ke-70 ini masih tersirat harapan yang sama. Kita keluar dari permasalah, dalam bahasa Jawa 'tujuh' artinya 'pitu'. Bila dijabarkan pitu memiliki artinya luar biasa, pitulungan, pitutur. Akankah dalam HUT yang ke-"Pitung puluh" ini NKRI mendapat pitulungan dari Sang  Maha Kuasa? Mari kita tunggu para petinggi ini membawa NKRI lebih baik.

Sabtu, 15 Agustus 2015

Nyawa di Tangan Tuhan atau manusia?

  Dewasa ini kasus kriminal tak ada habisnya, bagaikan mati satu tumbuh seribu. Di berantas satu muncul seribu kasus baru. Moral bangsa makin bobrok di buatnya, entah siapa yang patut di salahkan. Hak penduduk Indonesia terus dipertanyakan. Di manakah letak keamanan dan kenyamanan? 
  Kita ambil lebih spesifik ''Pembunuhan". Pembunuhan pertama terjadi di peradaban Nabi Adam, pembunuhan terjadi antara kedua anaknya Habil dan Qobil. Sekarang pembunuhan bukan hal yang tabu dilakukan, seakan semua orang bisa melakukannya hanya tinggal butuh nekat. Marah sedikit bunuh, tersinggung sedikit bunuh, sakit hati bunuh, ingin kaya membunuh, dendam membunuh. Memilukan
   Banyak kasus yang telah terjadi, belakangan ini dua kasus besar muncul. Pertama kasus Angeline bocah imut yang direnggut nyawanya hanya karena persoalan harta warisan. Kedua kasus Rian wanita karir nan manis yang tewas begitu tragis. Ini hanya dua contoh kasus yang diambil, mungkin banyak kasus yang belum sempat terekspos diluar sana yang lebih mengenaskan. Banyak nyawa melayang sia-sia karena hal sepele, seakan umur manusia bisa ditentukan begitu saja. Manusia menjelma menjadi malaikat maut yang siap menjemput nyawa orang lain kapan saja.
   Akankah pendidikan akhlak di sekolah-sekolah harus di tekankan dan di utamakan, agar penerus bangsa tidak lebih parah dari sekarang.

Halo para pembaca dimanapun berada

Selamat datang di Blog ku. Baru kesampean nih punya blog sekarang.
Ini adalah Blog baru ku, jelek yaa??
Hehe... maklum masih orang awam. Aku punya Blog hanya ingin menjalankan hobiku, yaitu menulis, menulis apa saja. Mungkin pembaca ingin memberi masukan, tentang cara mengelola Blog dengan bagus, tulisan yang benar menurut kaidah atau pun yang lainnya, silahkan boleh saja beribu pintu dibuka untuk Anda.

O iya, sekian dulu ya. Itu perkenalan pertama kita. Saksikan terus tulisan tulisanku selanjutnya.

Sampai jumpa